Semester 2 ajaran
2015/2016 Smk farmasi saraswati 3 denpasar. Tidak terasa kami bersama-sama ada
pada detik ini, dimana kami masih bersama dalam satu genggaman untuk mencapai
suatu tujuan.
Tentunya dalam
semester II ini, kami diharuskan lebih fokus dan lebih giat dalam pembelajaran.
Belum lagi tugas-tugas berdatangan dari masing2 guru dengan mata pelajaran
berbeda. Bukan satu atau dua tugas yang kami kerjakan setiap harinya, bahkan
lebih dari itu. Serta bukan hanya asal kita menyelesaikan tugas yang diberikan
tersebut tetapi bagaimana kita memahaminya serta terbiasa dengan banyaknya
tugas agar bagaimana seorang siswa itu mempertanggubg jawabkan kewajibannya
dalam menyelesaikan tugasnya tersebut.
Dengan hal-hal seperti
itu, sudah sepatutnya kami siswa farmasi terutama kelas kami ini terbiasa akan
tugas-tugas. Bahkan, lebih banyak menghabiskan waktu disekolah daripada sekedar
pergi jalan-jalan bak seorang siswa SMA/SMK seharusnya.

Kini, tiba kita di
semester II. Tak mudah melewati semester ini, karena pada saat ini sudah mulai
kita persiapkan sebaik-baiknya untuk naik ke kelas XI nantinya. Banyak tugas,
banyak presentasi, ulangan, persiapan untuk UTS(Ulangan Tengah Semester), Ujian
Praktek Semester 1 dan 2 dan UAS (Ulangan Akhir Semester). Dibalik semua itu,
yang kami bahas adalah Ujian Praktek karena, kali ini adalah kali pertama kami
menjalaninya. Guru2 sudah memberitahu kami dari jauh hari guna untuk
mempersiapkan diri.
Berbagai hal dirasakan
oleh setiap orang. Ada yang penuh tanya, ada pula yang gugup atau bisa
dikatakan degdegan. Yang pastinya kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin,
mengingat memang inilah tujuan kami, inilah pilihan kami, dan inilah alasan
kami memilih sekolah disini.
Berbagai persiapan
menjelang ujian praktek pun kami persiapkan. Kurang lebih 3 minggu waktu
kami untuk mempersiapkan dengan selalu berkutat pada teman dekat kami 'jurnal'
yabg selalu menyuguhkan kami berita2 hangat seputar resep2 yang harus kami
kerjakan nantinya. Berpuluh-puluh halaman kami baca, beribu ribu kata yang kami
camkan dan berjuta barisan huruf yang kami temukan di lembaran kertas putih
panjang ini. Serasa tiada hari tanpa jurnal, tiada waktu selain mencoba resep
dengan harap memahaminya dengan sangat baik.
Melatih diri dalam
menulis setiap resep sudah kami persiapkan, belajar bersama sepulang sekolah
pun kami lakukan serta tak lupa untuk bertanya pada guru kami guna memecahkan
masalah2 yang kami temui selama pembelajaran, dan membenarkan ketidakpahaman
kami mengenai pengelesaian jurnal.
Waktu demi waktu
berlalu, tinggal beberapa hari menjelang ujian praktek. Raut-raut wajah kami
tak lagi seperti pertama kali masuk kelas ini. Harap- harap cemas yang kami
rasakan, dimana wajah tak lagi segar bugar, melainkan wajah dengan waktu tidur
yang sangat kurang. Tetapi, lihatlah kami di saat seperti itu tak satupun dari
kami terlihat acuh. Kami masih tetap teguh pada jurnal, bagaimana tidak karena
Lulus/Tidak Lulus kami tergantung pada Jurnal. "Sejauh kita berusaha pasti
akan kita tuai hasilnya".
Perasaan gugup pun
terasa makin menguasa pada diri kami. Tetapi, para guru tidak lupa membekali
kami dengan pengalaman ujian praktek angakatan sebelumnya dengan harap kami
bisa lebih baik dari angkatan sebelumnya. Serta mempersiapkan apa saja
keperluan dan syarat yang harus kami taati dalam menjalankan ujian praktek kali
ini. Tidak hanya itu, setiap guru pun terkadang memberikan Tips bagaimana kami
agar mempersiapkan diri sebelum ujian praktek. Tips tips itu pun tak lupa kami
lakukan agar berjalan lancar dalam ujian. Karena, mengingat betapa berharga
tips yang diberikan salah seorang guru kami.
Dengan itu, kami ingin
berbagi tips untuk para readers bagaimana mempersiapkan diri sebelum ujian
praktek. Adapun :
1.
Berdoa
Berdoa sudah sepatutnya kami selalu melakukan
hal yang satu ini. Dengan berdoa kami meminta kelancaran dalam proses belajar.
2.
Usaha
Yang terpenting adalah usaha. Dengan usaha
kami mempersiapkan semuanya, tentu tidak akan ada gunanya apabila kita hanya
berdoa tetapi tanpa melakukan suatu usaha.
3.
Bertanya
Dalam pembelajaran, pasti tak semuanya mudah.
Pasti kita akan menemukan suatu kesulitan. Nah, dalam hal itu sangat baik jika
kita bertanya untuk apa yang belum kita pahami. Seperti halnya pepatah
"Malu bertanya sesat dijalan" jika kita malu untuk bertanya
maka selamanya kita tidak akan tahu.
4.
Pahami Bukan Menghapal
Dalam hal ini, tentunya banyak materi yang
kami pelajari. Tidak hanya asal baca tetapi, pahami dengan sebaiknya.
Kadangkala, memang beberapa materi bisa dihafal. Dan juga tak semua bisa
dihafal, seperti dalam hal ini menghapal bukanlah jalan yang baik untuk
mengerti semua materi tetapi pahami dan selalu berlatih.
5.
Belajar Bersama
Belajar bersama adalah jalan baik bagi kita
yang kurang bisa belajar sendiri, dan disini juga kita bisa bertanya dengan apa
yang kurang kita pahami pada teman yang memiliki kemamouan lebih dari kita.
6.
Berlatih dengan Timer
Untuk kalian ketahui, waktu sangatlah
berharga. Sedikit saja waktu terlewat sama dengan melewatkan suatu kesempatan.
Maka, gunakanlah waktu sebaiknya. Nah, ada apa dengan waktu?
Dalam ujian ini, waktu
adalah yang paling menentukan. Pintar2lah membagi waktu selama menjalani ujian,
karena tidak banyak waktu untuk kita selesaikan 2 resep dokter. Dan belum lagi
terpotong dengan menulis resep yang konon panjang dan selembar lebih kertas
double folio itu. Dan waktu yang diberikan untuk menyelesaikan jurnal resep
kurang lebih 15 menit.
Nah, itulah beberapa
tips yang bisa kami bagi dengan para readers. Untuk kalian, yang akan
melewatinya jangan lupa tetap semangat! Dan tidak ada salahnya untuk mencoba
tips dari kami. Selamat mencoba!
Kembali pada cerita
kami.
Waktu pun berlalu
begitu saja, waktu pun terus berjalan tanpa mau dihentikan. Dan 'sang
waktu' pun menjadi saksi bisu persiapan kami selama ini. Tiba saatnya waktu
mengharuskan kita berada disini, diruang yang hanya terdapat belasan siswa dari
kelas kami, dengan busana khas kami. Jas lab. panjang berwarna putih yang
menjadikan kami orang yang sama pada satu ruangan tersebut. Masker yang seakan
membekap mulut dan hidung kami. Bau ruangan khas pula selalu tercium kala
memasuki ruang ini. Tidak lupa, kertas putih kosong yang kami temui diatas meja
masing2 seakan segera ingin diisi oleh tinta-tinta. Tiba saat pengawas tengah
membagikan resep untuk masing2 dari kami.
Komat-kamit mulut
masing2 dibalih masker hijau selalu mengucap kata2 untuk selalu diberi
kelancaran.
Kami, pun bersiap
ketika waktu telah ditentukan dan ujian dimulai. Pertanda mulai pertempuran,
segala persiapan sudah kami persiapkan baik alat kelengkapan dan materi yang
tersimpan diotak masing2. Siap untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan,
serta mengerjakan dengan sebaiknya sesuai waktu yang telah ditentukan.
Suara klentingan
terdengar kala mortir dan stemper beradu, berlari kesana kemari untuk menemukan
bahan, tak satupun suara keluar dari mulut kami hanya saja suara pengawas serta
suara dari alat - alat yang berada di sekitar kami. Peluh mengucur tak terasa,
gemetar tangan tak kami hiraukan, pegal kaki pun tak jua kami hiraukan, yang
terpenting bagaimana kami menyelesaikan semua dengan apa yang telah kami
persiapkan sebelumnya. Menyelesaikan sebaik-baiknya. Untuk satu kata tujuan
yaitu "LULUS".
Tiba saat beberapa
menit sisa waktu yang kami punya, tak disangka tangan serasa bekerja cepat dengan
sendirinya seperti ada kekuatan yang entah databg dari mana. Terburu-buru tanpa
harus ceroboh, tetap teliti namun pasti.
Hingga suatu kalimat
terucap "Waktu Habis"
Kami pun lega, dengan
waktu yang telah ditentukan kami berhasil menyelesaikan dan melalui ujian
praktek bersama-sama dengan kejujuran dan tetap terikat pertemanan.
Kini, baru terasa
bagaimana pegalnya sepasang tangan dan sepasang kaki kami, bagaimana pegalnya
leher kami yang selama itu terfokus pada titik tertentu, dan bagaimana lelahnya
mata yang sedari tadi selalu menjadi saksi setiap hal yang kita lakukan.
Bersyukur yang kami
rasakan saat ini, olehNya semua berjalan dengan lancar, dan sesuai yang kami
harapkan. Dan, terimakasih kami diberi tantangan dan kami melaluinya bersama.
Banyak pelajaran yang kami dapatkan, kami belajar bagaimana menghargai waktu,
kami belajar bagaimana kami berjuang untuk suatu tujuan, bagaimana kami memohon
padaNya, dan bagaimana saat ini kami tetap bersama melewati semua yang bisa
kami lewati bersama.
Lalu, hingga pada akhirnya setelah kami
menunggu beberapa lama. Pengumuman untuk lulus dan tidak nya dalam ujian ini
kami ketahui.
Perasaan yang tak
tentu yang kami rasakan. "Hingga pada akhirnya bersorak untuk
keberhasilan".
Dan kami X1.1 kami
yakin "Usaha tidak akan pernah menghianati hasil"






0 komentar:
Posting Komentar