Different Taste In One Bowl

Minggu, 04 September 2016

Pengalaman Praktek Farmasi


Semester 2 ajaran 2015/2016 Smk farmasi saraswati 3 denpasar. Tidak terasa kami bersama-sama ada pada detik ini, dimana kami masih bersama dalam satu genggaman untuk mencapai suatu tujuan. 

Tentunya dalam semester II ini, kami diharuskan lebih fokus dan lebih giat dalam pembelajaran. Belum lagi tugas-tugas berdatangan dari masing2 guru dengan mata pelajaran berbeda. Bukan satu atau dua tugas yang kami kerjakan setiap harinya, bahkan lebih dari itu. Serta bukan hanya asal kita menyelesaikan tugas yang diberikan tersebut tetapi bagaimana kita memahaminya serta terbiasa dengan banyaknya tugas agar bagaimana seorang siswa itu mempertanggubg jawabkan kewajibannya dalam menyelesaikan tugasnya tersebut.

Dengan hal-hal seperti itu, sudah sepatutnya kami siswa farmasi terutama kelas kami ini terbiasa akan tugas-tugas. Bahkan, lebih banyak menghabiskan waktu disekolah daripada sekedar pergi jalan-jalan bak seorang siswa SMA/SMK seharusnya. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKBwtPzU0qpi8PZIaytKWlbcFRCeMcvXouGjTZ1vup8m5_qWg_6txLAEUkuWxN52Gu49Mf3NmmenL5cqtnVxMrP-azrjsyOf1VC8pArEhxJFygc8ukzKtvDHpvFbV99J9qZw-P5C7-0GY/s1600/PRAKTEK+KIMIA+FARMASI+DAN+ANALISA.jpg
Kini, tiba kita di semester II. Tak mudah melewati semester ini, karena pada saat ini sudah mulai kita persiapkan sebaik-baiknya untuk naik ke kelas XI nantinya. Banyak tugas, banyak presentasi, ulangan, persiapan untuk UTS(Ulangan Tengah Semester), Ujian Praktek Semester 1 dan 2 dan UAS (Ulangan Akhir Semester). Dibalik semua itu, yang kami bahas adalah Ujian Praktek karena, kali ini adalah kali pertama kami menjalaninya. Guru2 sudah memberitahu kami dari jauh hari guna untuk mempersiapkan diri.

Berbagai hal dirasakan oleh setiap orang. Ada yang penuh tanya, ada pula yang gugup atau bisa dikatakan degdegan. Yang pastinya kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, mengingat memang inilah tujuan kami, inilah pilihan kami, dan inilah alasan kami memilih sekolah disini. 

Berbagai persiapan menjelang ujian praktek pun  kami persiapkan. Kurang lebih 3 minggu waktu kami untuk mempersiapkan dengan selalu berkutat pada teman dekat kami 'jurnal' yabg selalu menyuguhkan kami berita2 hangat seputar resep2 yang harus kami kerjakan nantinya. Berpuluh-puluh halaman kami baca, beribu ribu kata yang kami camkan dan berjuta barisan huruf yang kami temukan di lembaran kertas putih panjang ini. Serasa tiada hari tanpa jurnal, tiada waktu selain mencoba resep dengan harap memahaminya dengan sangat baik. 

Melatih diri dalam menulis setiap resep sudah kami persiapkan, belajar bersama sepulang sekolah pun kami lakukan serta tak lupa untuk bertanya pada guru kami guna memecahkan masalah2 yang kami temui selama pembelajaran, dan membenarkan ketidakpahaman kami mengenai pengelesaian jurnal. 

Waktu demi waktu berlalu, tinggal beberapa hari menjelang ujian praktek. Raut-raut wajah kami tak lagi seperti pertama kali masuk kelas ini. Harap- harap cemas yang kami rasakan, dimana wajah tak lagi segar bugar, melainkan wajah dengan waktu tidur yang sangat kurang. Tetapi, lihatlah kami di saat seperti itu tak satupun dari kami terlihat acuh. Kami masih tetap teguh pada jurnal, bagaimana tidak karena Lulus/Tidak Lulus kami tergantung pada Jurnal. "Sejauh kita berusaha pasti akan kita tuai hasilnya".

Perasaan gugup pun terasa makin menguasa pada diri kami. Tetapi, para guru tidak lupa membekali kami dengan pengalaman ujian praktek angakatan sebelumnya dengan harap kami bisa lebih baik dari angkatan sebelumnya. Serta mempersiapkan apa saja keperluan dan syarat yang harus kami taati dalam menjalankan ujian praktek kali ini. Tidak hanya itu, setiap guru pun terkadang memberikan Tips bagaimana kami agar mempersiapkan diri sebelum ujian praktek. Tips tips itu pun tak lupa kami lakukan agar berjalan lancar dalam ujian. Karena, mengingat betapa berharga tips yang diberikan salah seorang guru kami. 

Dengan itu, kami ingin berbagi tips untuk para readers bagaimana mempersiapkan diri sebelum ujian praktek. Adapun :
1.      Berdoa
Berdoa sudah sepatutnya kami selalu melakukan hal yang satu ini. Dengan berdoa kami meminta kelancaran dalam proses belajar.
2.      Usaha
Yang terpenting adalah usaha. Dengan usaha kami mempersiapkan semuanya, tentu tidak akan ada gunanya apabila kita hanya berdoa tetapi tanpa melakukan suatu usaha.
3.      Bertanya
Dalam pembelajaran, pasti tak semuanya mudah. Pasti kita akan menemukan suatu kesulitan. Nah, dalam hal itu sangat baik jika kita bertanya untuk apa yang belum kita pahami. Seperti halnya pepatah "Malu bertanya sesat dijalan"  jika kita malu untuk bertanya maka selamanya kita tidak akan tahu.
4.      Pahami Bukan Menghapal
Dalam hal ini, tentunya banyak materi yang kami pelajari. Tidak hanya asal baca tetapi, pahami dengan sebaiknya. Kadangkala, memang beberapa materi bisa dihafal. Dan juga tak semua bisa dihafal, seperti dalam hal ini menghapal bukanlah jalan yang baik untuk mengerti semua materi tetapi pahami dan selalu berlatih.
5.      Belajar Bersama
Belajar bersama adalah jalan baik bagi kita yang kurang bisa belajar sendiri, dan disini juga kita bisa bertanya dengan apa yang kurang kita pahami pada teman yang memiliki kemamouan lebih dari kita.
6.      Berlatih dengan Timer
Untuk kalian ketahui, waktu sangatlah berharga. Sedikit saja waktu terlewat sama dengan melewatkan suatu kesempatan. Maka, gunakanlah waktu sebaiknya. Nah, ada apa dengan waktu? 
Dalam ujian ini, waktu adalah yang paling menentukan. Pintar2lah membagi waktu selama menjalani ujian, karena tidak banyak waktu untuk kita selesaikan 2 resep dokter. Dan belum lagi terpotong dengan menulis resep yang konon panjang dan selembar lebih kertas double folio itu. Dan waktu yang diberikan untuk menyelesaikan jurnal resep kurang lebih 15 menit.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa kami bagi dengan para readers. Untuk kalian, yang akan melewatinya jangan lupa tetap semangat! Dan tidak ada salahnya untuk mencoba tips dari kami. Selamat mencoba!😊

Kembali pada cerita kami.
Waktu pun berlalu begitu saja, waktu pun terus berjalan tanpa mau dihentikan. Dan  'sang waktu' pun menjadi saksi bisu persiapan kami selama ini. Tiba saatnya waktu mengharuskan kita berada disini, diruang yang hanya terdapat belasan siswa dari kelas kami, dengan busana khas kami. Jas lab. panjang berwarna putih yang menjadikan kami orang yang sama pada satu ruangan tersebut. Masker yang seakan membekap mulut dan hidung kami. Bau ruangan khas pula selalu tercium kala memasuki ruang ini. Tidak lupa, kertas putih kosong yang kami temui diatas meja masing2 seakan segera ingin diisi oleh tinta-tinta. Tiba saat pengawas tengah membagikan resep untuk masing2 dari kami. 
Komat-kamit mulut masing2 dibalih masker hijau selalu mengucap kata2 untuk selalu diberi kelancaran. 

Kami, pun bersiap ketika waktu telah ditentukan dan ujian dimulai. Pertanda mulai pertempuran, segala persiapan sudah kami persiapkan baik alat kelengkapan dan materi yang tersimpan diotak masing2. Siap untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan, serta mengerjakan dengan sebaiknya sesuai waktu yang telah ditentukan. 

Suara klentingan terdengar kala mortir dan stemper beradu, berlari kesana kemari untuk menemukan bahan, tak satupun suara keluar dari mulut kami hanya saja suara pengawas serta suara dari alat - alat yang berada di sekitar kami. Peluh mengucur tak terasa, gemetar tangan tak kami hiraukan, pegal kaki pun tak jua kami hiraukan, yang terpenting bagaimana kami menyelesaikan semua dengan apa yang telah kami persiapkan sebelumnya. Menyelesaikan sebaik-baiknya. Untuk satu kata tujuan yaitu "LULUS".

Tiba saat beberapa menit sisa waktu yang kami punya, tak disangka tangan serasa bekerja cepat dengan sendirinya seperti ada kekuatan yang entah databg dari mana. Terburu-buru tanpa harus ceroboh, tetap teliti namun pasti. 
Hingga suatu kalimat terucap "Waktu Habis"
Kami pun lega, dengan waktu yang telah ditentukan kami berhasil menyelesaikan dan melalui ujian praktek bersama-sama dengan kejujuran dan tetap terikat pertemanan. 
Kini, baru terasa bagaimana pegalnya sepasang tangan dan sepasang kaki kami, bagaimana pegalnya leher kami yang selama itu terfokus pada titik tertentu, dan bagaimana lelahnya mata yang sedari tadi selalu menjadi saksi setiap hal yang kita lakukan. 

Bersyukur yang kami rasakan saat ini, olehNya semua berjalan dengan lancar, dan sesuai yang kami harapkan. Dan, terimakasih kami diberi tantangan dan kami melaluinya bersama. Banyak pelajaran yang kami dapatkan, kami belajar bagaimana menghargai waktu, kami belajar bagaimana kami berjuang untuk suatu tujuan, bagaimana kami memohon padaNya, dan bagaimana saat ini kami tetap bersama melewati semua yang bisa kami lewati bersama.

http://cdn.xl.thumbs.canstockphoto.com/canstock8681486.jpgLalu, hingga pada akhirnya setelah kami menunggu beberapa lama. Pengumuman untuk lulus dan tidak nya dalam ujian ini kami ketahui. 
Perasaan yang tak tentu yang kami rasakan. "Hingga pada akhirnya bersorak untuk keberhasilan".

Dan kami X1.1 kami yakin "Usaha tidak akan pernah menghianati hasil"


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

About Our School

SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar, yup that's my school! yaa, mungkin kalian sedikit asing dengan nama sekolah ini. tapi, sekolah ini luar biasa banget, salah satunya kalian bakal ketemu cowok dengan jumlah yang hampir punah. bisa di bayangin gimana jomblonya kaum wanita disana. disini guru-gurunya yaa sama kaya sekolah kalian ada yang asik, ada yang garing, ada yang kayak dia, ada ada aja.. nah, tiap bulan September kita ngadain PORSESA (Pekan Olahraga Seni dan Sains) yang paling ditunggu-tunggu sama anak satu sekolah, jadi apapun bakat yang lo punya lo bisa tunjukin disana.. Sekolah kita itu banyak rasanya, Rasa Solidaritas, Rasa Takut, Rasa Seneng, Rasa Kecewa, Rasa-rasa yang pernah ada. tau ga kenapa gak ada rasa manis, karna yang manis cuma kamuuuu.

About Us

WATCH OUT!!! Haii everyone, kami dari Avicenna angkatan 47 tepatnya kelas 11.1 SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar yang rata-rata isinya pada jomblo semua, dan kami memiliki 1 herbivora yang sangat ganas kalo lagi laper. dan wali kelas kami bernama Bu Hery Tonik yang penambah wawasan juga pemberi amanah setiap pukul 07.00 WITA (waktu indonesia terserah anda) dan kelas kami ini penuh muzizat banget men!